
Pada 4 Februari lalu diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia. Tujuan Hari Kanker Sedunia adalah untuk mencegah jutaan kematian akibat kanker setiap tahun dengan meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang kanker. Departemen Ilmu Kesehatan THTBKL FK Unhas bekerja sama dengan RSUP Unhas mengadakan Podcast Obrol Sehat dengan menghadirkan narasumber Dr. dr. Nova A.L. Pieter, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk(K)., FICS (Dokter Spesialis THT-BKL dan Konsultan Onkologi Rumah Sakit Unhas) yang dimoderatori oleh dr. Nurtakbirah Tuanaya.
Podcast Obrol Sehat ini mengusung tema “Apakah Kanker Nasofaring Bisa Disembuhkan?” yang telah berlangsung pada tanggal 7 Februari 2024 melalui kanal Youtube RS Unhas Official.
Dr. Nova menjelaskan bahwa kanker nasofaring itu merupakan suatu keganasan yang menempati urutan teratas dari keganasan telinga, hidung, tenggorok, kepala dan leher. Nasofaring sendiri letaknya tersembunyi di belakang hidung. Tak seperti kanker lainnya yang dapat dilihat beberapa gejalanya seperti kanker payudara, kanker nasofaring keganasannya menyebabkan pasien yang menderita datang dengan stadium lanjut atau sudah terlambat. Mereka biasanya sudah berada pada stadium 3 dan 4. Pada stadium ini gejalanya sudah nampak dengan adanya pembengkakan atau benjolan pada leher kiri atau kanan. Padahal jika pasien datang saat masih stadium awal, 80% kemungkinan masih bisa disembuhkan karena akan lebih cepat ditangani.
Gejala awal dari kanker nasofaring terdiri dari gejala beringus yang disertai darah hingga mimisan, telinga berdengung satu sisi, sakit kepala satu sisi, penglihatan ganda dan gangguan pendengaran. Gejala jika stadium lanjut dapat berupa benjolan di leher hingga nyeri kepala hebat.
Angka kejadian kanker nasofaring lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan dan lebih beresiko terjadi pada rentang usia di atas 40-50 tahun. Namun, saat ini perlu diwaspadai karena sudah banyak ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda.
Faktor resiko yang menyebabkan terjadinya kanker nasofaring yaitu merokok, konsumsi ikan asin karena mengandung nitrosamin yang bersifat karsinogenik, eipstein bar virus, lingkungan, genetik dan konsumsi makanan berpengawet serta cepat saji.
Pilihan pengobatan untuk kanker nasofaring ditentukan berdasarkan stadium kanker, tujuan pengobatan dan kondisi keseluruhan pasien. Biasanya pengobatan untuk kanker nasofaring terdiri dari terapi radiasi, kemoterapi dan pembedahan.
Pencegahan kanker nasofaring dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat, cek kesehatan secara rutin, menghindari asap rokok, rajin aktifitas fisik atau olahraga, hindari konsumsi ikan asin yang berlebihan serta makanan berbahan pengawet, istirahat cukup dan kelola stres dengan baik.
Angka kesembuhan pada kanker nasofaring sangat tinggi jika terdeteksi lebih dini dan langsung menjalani pengobatan. Terlebih jika sudah mengalami gejala di atas maka dianjurkan untuk segera mengunjungi dokter ahli untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Untuk menonton siaran ulang Podcast ini dapat mengklik video di bawah ini. [Penulis: Nurlaela Burhanuddin]
