June 5, 2026
Foto Bersama Para Pembicara dan Host dalam Rangka PodCast World Hearing Day 2024 di RSUP Unhas

Peringatan World Hearing Day yang ditetapkan setiap tanggal 3 Maret ikut dimeriahkan oleh Departemen Ilmu Kesehatan THTBKL FK Unhas yang bekerja sama dengan RSUP Unhas, Perhati BKL SULSERBAR Maluku Papua dan KOMNAS PGPKT. Tujuan peringatan internasional ini untuk meningkatkan kesadaran serta kepedulian akan perawatan dan kesehatan bagian telinga dan pendengaran. Kegiatan ini dilaksanakan via Podcast pada Selasa, 5 Maret 2024 di Rumah Sakit Umum Pendidikan Universitas Hasanuddin. Podcast kali ini mengusung tema “Kenali, Deteksi dan Obati Gangguan Pendengaran” dengan narasumber Dr.dr. Muh. Amsyar Akil, Sp.T.H.T.B.K.L.Subsp.B.E(K) yang merupakan staf pengajar sekaligus Ketua Departemen I.K THTBKL dan Dr.dr. Masyita Gaffar, Sp.T.H.T.B.K.L.Subsp.Oto(K) yang merupakan staf pengajar sekaligus Sekertaris Departemen I.K THTBKL, dipandu langsung oleh host dr. Rizky Amalia Wakano.

World Hearing Day 2024 akan fokus mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh kesalahan persepsi masyarakat dan pola pikir yang menstigmatisasi melalui peningkatan kesadaran dan berbagi informasi yang ditargetkan pada masyarakat dan penyedia layanan kesehatan.

Menurut Dr.dr. Masyita Gaffar, Sp.T.H.T.B.K.L.Subsp.Oto(K) gangguan pendengaran itu bisa disebabkan dari masa kehamilan, bawaan lahir (kongenital) dan juga bisa didapatkan saat sudah dewasa. Karena dalam setiap tahap kehidupan ini dapat terjadi gangguan pendengaran. Jadi bukan hanya pada orang tua yang sudah lanjut usia saja. Oleh karena itu, pada anak yang telah membawa kondisi gangguan pendengaran sejak lahir, secara dini harus segera dideteksi dengan bantuan medis terutama oleh dokter spesialis THT. Sedangkan, untuk infeksi yang dapat didapatkan oleh semua kalangan usia tentu diawali oleh keluhan berupa gangguan pendengaran.

Lebih lanjut Dr.dr. Muh. Amsyar Akil, Sp.T.H.T.B.K.L.Subsp.B.E(K) menambahkan penjelasan tentang gangguan pendengaran yang diperoleh sejak dalam kandungan disebabkan oleh kelainan pada ibu, misalnya sang ibu terkena infeksi serta penggunaan obat-obatan pada kehamilan. Kebanyakan gangguan pendengaran pada during natal atau selama kehamilan yang menyebabkan dampak tuli sensorinoral bilateral. Selebihnya, setelah kelahiran yang dapat disebabkan oleh infeksi atau adanya trauma pada telinga. Namun, semua penyebab itu dapat dicegah dengan deteksi dini.

World Hearing Day ini lebih lanjut juga bertujuan untuk:

  1. Mengatasi kesalahan persepsi umum dan pola pikir stigmatisasi terkait masalah telinga dan pendengaran di masyarakat dan penyedia layanan kesehatan.
  2. Memberikan informasi yang akurat dan berbasis bukti untuk mengubah persepsi masyarakat tentang gangguan pendengaran.
  3. Menyerukan negara-negara dan masyarakat sipil untuk mengatasi kesalahan persepsi dan pola pikir stigmatisasi terkait gangguan pendengaran, sebagai langkah penting untuk memastikan akses yang adil terhadap perawatan telinga dan pendengaran.

Semoga dengan PodCast yang dibawakan langsung oleh ahlinya kali ini dapat membuka wawasan semua kalangan akan pentingnya deteksi dini terhadap gangguan pendengaran serta cara pencegahannya. Untuk kalian yang ingin menonton siaran ulang PodCast seru ini dapat mengklik tautan video di bawah ini. (Penulis: Nurlaela Burhanuddin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *